PMII Geram Soal Dugaan Pelecehan Oleh Oknum Pol PP Bandarlampung

BANDARLAMPUNG- Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia(PMII) mengecam keras dugaan pelecehan yang dilakukan oknum
Badan Polisi Pamong Praja(Banpol PP) Bandarlampung terhadap Beberapa PSK.
Sekretaris umum
PMII, Anton Lironi mengatakan, akibat perbuatan segilintir oknum Pol PP, maka
asumsi masyarakat akan Pol PP amat buruk.
Anton menuturkan,
ulah oknum Pol PP seperti mengkebiri lembaganya, ini adalah pandangan yang
Sifatnya subjektif secara sepihak, tidak memandang berbagai Peristiwa yang
terjadi secara objektif dan menyeluruh dari berbagai Aspek.
Memberantas tempat –
tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat maksiat dan lainnya, pada
dasarnya sudah jelas diatur dalam Peraturan Daerah(Perda) dan Aparatur Negara
Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Polisi Praja. Selain Penegak Perda dan disiplin
Aparatur Pemerintah.
“Pol PP pula
yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah ketika melaksanakan aturan dan
menertibkannya,”tegasnya, Rabu(16/12/2015)..
Ia menambahkan,
masyarakat tidak bisa menutup mata bahwa kontribusi Pol PP terkait kemajuan
Bandarlampung yang dirasakan, contohnya, Pol PP membantu melancarkan lalu
lintas di jalan raya, belum lagi adanya Pol PP berjaga di tempat umum di malam
hari sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal- hal yang abnormal secara sosial
dan budaya.
“Selanjutnya
masyarakat dan kaum Intelektual Muda sangat sepakat dari hal yang dilakukan
oleh Pol PP,”urainya.
Hal ini menjadi
ancaman bagi oknum yang tidak menginginkan Kota Bandar lampung menjadi Kota
Religius, damai dan sejahtera, peristiwa itu terjadi oleh oknum dan orang-orang
yang tidak amanah(terpercaya) dan belum mampu bertanggung jawab atas profesinya.

“Malah justru
momentum inilah lembaga harus semakin kuat dan semakin gencar melaksanakan
tugasnya, karena sebagai pengayom masyarakat dan pembela masyarakat kecil tidak
sendiri. Masyarakat sekarang sudah cerdas memandang suatu
peristiwa,”tukasnya.(Ndi).

Tinggalkan Balasan