Kaban Pol PP Bandarlampung Ditahan di Rutan Wayhui

Cik Raden/ Foto Ist

BANDARLAMPUNG-Polemik kasus rekayasa penggerebekan tempat kebugaran, City Spa temui Klimaks.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, menahan Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung, Cik Raden, Senin (16/05/2016).

 “Cik Raden resmi kami tahan,” kata Kepala Kejari Bandarlampung, Widiyantoro.

Kejari Bandarlampung menerima pelimpahan kasus itu dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang sebelumnya ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.

Menurut dia, Cik Raden akan menjalani masa tahanan selama 20 hari ke depan, sambil menunggu proses peradilan.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu, Pasal 289 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP atau Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena yang melakukan, menyuruh, dan turut melakukan perbuatan pidana.

Cik Raden terancam hukuman penjara selama 13 tahun dengan rincian Pasal 289 dengan hukuman maksimal 12 tahun dan pasal 335 selama satu tahun, dia menjelaskan

Menurut Widiyantoro, Cik Raden diduga telah melakukan pengkondisian dalam proses penggerebekan City Spa.

Hal itu berawal saat Banpol PP Bandarlampung melakukan penyelidikan terhadap praktek prostitusi di City Spa. Kemudian Cik Raden memerintahkan dua anggotanya melakukan pemesanan terapis di City Spa.

Selanjutnya, Cik Raden juga meminta anggotanya mengkondisikan terapis untuk bugil. Setelahnya petugas memberikan sinyal kepada anggota yang sudah menunggu di luar untuk melakukan penggerebekan.

“Cik Raden memberikan uang kepada tersangka G. Di sana G diminta memberi kode ketika terapis sudah bugil, baru penggerebekan dilakukan. Ini menjadikan Cik Raden terlibat dalam tindak pidana asusila dan pencabulan,” katanya.

Cik Raden dibawa ke Rutan Way Hui sekitar pukul 13.05 WIB setelah menjalani proses administrasi di Kejari.(ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *