Tuntut Transparansi Anggaran Kampus,15 Mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung Ditangkap

BANDARLAMPUNG-Rabu (27/04), mahasiswa Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Radin Inten Lampung kembali berdemonstrasi di Kampus IAIN
Sukarame Bandarlampung. 
Mereka menuntut pembebasan 15 mahasiswa yang ditangkap polisi pagi
tadi.

Ke-15 mahasiswa itu, termasuk Agis Dwi Prakoso, Gubernur
Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Radin Inten Lampung, ditangkap aparat kepolisian
sekitar pukul 07.00 WIB.

Pagi itu, para mahasiswa berencana melanjutkan
demonstrasi yang dilakukan sehari sebelumnya. Karena tuntutan mereka soal
transparansi anggaran IAIN tidak dipenuhi.

Bahkan, Rektor IAIN Radin Inten M Mukri menjawab tuntutan
mahasiswa itu dengan membekukan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKM
SBI) Fakultas Dakwah. Pembekuan itu diikuti dengan pengambil-alihan
perlengkapan dan peralatan kerja di Sekretariat UKM SBI.

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Radin Inten
Lampung Khomsarial Romli menemui para demonstran dan menjelaskan alasan
pembekuan UKM SBI.

Menurut dia, demonstrasi yang berlangsung pada Selasa
(26/4) dan dimotori mahasiswa UKM SBI, mengancam menutup perkuliahan dengan
menggembok seluruh ruang kuliah serta pembatalan wisuda. Tuntutan itu dinilai
tidak masuk akal.

Kebijakan Rektor IAIN itu tak menyurutkan para mahasiswa
untuk mengakhiri gerakan mereka untuk berunjuk rasa. Situasi semakin memanas
setelah polisi pagi tadi menangkap 15 mahasiswa.

Suasana Kampus Sukarama
semakin riuh dengan teriakan para mahasiswa yang dipusatkan di halaman belakang
Gedung Rektorat.

Para demonstran mengecam tindakan aparat kepolisian yang
menangkap 15 mahasiswa. Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut agar rekan
mereka segera dibebaskan. seperti dilansir,

Harianlampung.com

Tinggalkan Balasan