Alfanza Eka Wijaya Juarai Kejurda Catur Lampung di Pesisir Barat

Pesisir Barat – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Provinsi Lampung tahun 2022 ini, dua pecatur Kota Bandar Lampung memboyong juara satu katagori U-18 putra dan putri pada event yang digelar dari tanggal 27-30 Agustus 2022 di Gedung Serba GunaGuna (GSG) Selalaw, Krui, Pesisir Barat, Lampung.

Dari pantauan di lapangan, selain beradu strategi cepat dan tepat dikerahkan para atlit dalam permainan catur klasik profesional pada event tersebut, juga dihadiri Ketua Percasi Lampung, Yanuar Irawan, dan disaksikan Wakil Bupati Pesisir Barat A. Zulqoini Syarif turut hadir Plt. Kadispora Lampung, Desca Tama Paksi Moeda para pejabat, serta pengurus percasi asal Kabupaten Pesisir Barat dan Provinsi Lampung.

Final ranking akhir Selasa (30/08/2022) atlet catur asal Kota Bandar Lampung menempati urutan pertama pada katagori U.18.Putra-Putri dengan akurasi akhir dari hitungan sistem Federasi Catur Internasional (FIDE) di Indonesia.

Adapun hasil akhir final ranking Kejurda kategori U.18 putra Catur Provinsi Lampung, diraih Alfanza Eka Wijaya asal Kota Bandar Lampung yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMPN III Bandar Lampung, menempati urutan pertama (1) dengan nilai 15 Point (Full point) berhasil menumbangkan pecatur asal Lampung Barat, untuk juara II diraih Sanjaya Magaza asal Kabupaten Tuba,dan juara III di raih M.Anwar Soleh asal Kota Metro.
Sedangkan, di Kategori U-18 Putri, pecatur asal Kota Bandar Lampung menempati posisi rangking pertama (1) diraih Aulia Putri Nabila dengan nilai 15 point(full point) setelah mengalahkan lawan dari Kabupaten Pringsewu atas nama Lufiana Sifa Auralia yang meraih juara ke II,untuk juara ke III diraih Are Isnun Cantika asal Kabupaten Lamteng.
Sementara kategori senior umum Bandar lampung atas nama Fikri Alkatiri meraih juara III, sedangkan untuk kategori U.14 Putra atas nama Muhammad Fais Syahputra juara II ,serta kategori U.14 Putri diraih atas nama Alifatuz Zahra juara II.

Sementra kategori Veteran Bandarlampung menurunkan atlit atas nama Sarjana dan Ozi yang gagal meraih medali, masing-masing hanya meraih nilai 12 point dan 9 point. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *