Desa Tanggap Covid-19, Wagub Lampung: Kanal Informasi

Bandarlampung – Pemprov Lampung menyiapkan berbagai hal dalam menekan penularan Covid-19 di Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia berujar, di dalam pelaksanaan musyawarah sendiri harus melaksanakan sesuai sinkronisasi data dengan kejadian di lapangan. Agar yang diharapkan Gubernur Lampung mempersiapkan dana desa untuk desa tanggap Covid-19 bisa berjalan dengan baik.

”Namun saya menekankan pentingnya tiap desa atau Pemkab menyiapkan kanal komunikasi sebagai mekanisme penyambung lidah Masyarakat khususnya terkait pelaksanaan pendataan dan penyerahan BLT kalau di provinsi ada call center Diskominfo di 0811-795-000,” kata dia.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta seluruh desa di Lampung menjadi desa tanggap Covid-19.

Arinal menyebut, Pemprov telah menyiapan desa-desa di Lampung dalam mengantisipasi pandemi global ini. Salah satu upayanya ialah dengan pembentukan desa tanggap Covid-19.

”Selain itu Desa mampu menyusun APBDes perubahan dalam pembentukan gugus tugas Desa tanggap Covid-19. Selain itu, pembentukan relawan desa untuk membantu tupoksi gugus tugas Covid-19 di desa dan melakukan musyawarah desa khusus atau Musdes Khusus terkait dengan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa yang telah menjadi kebijakan nasional,” beber Arinal, Selasa,28 April seperti dilansir Radarlampung.co.id.

Sementara alokasi khusus dari Dana Desa yang dapat dipergunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat di Lampung diperkirakan mencapai Rp73.216.800.000 diperkirakan akan dibagikan kepada 411.011 kepala keluarga yang tersebar di kabupaten/kota se Provinsi Lampung. Jumlah ini bisa berubah seiring hasil Musdes Khusus tiap desa.

Namun, dalam mekanisme pembagiannya ada syarat khusus diantaranya penerima bukan termasuk penerima program keluarga harapan (PKH), BPNT (bantuan pangan non tunai), begitu juga penerima kartu pra kerja. Bantuan khusus dari alokasi dana desa ini bakal menyasar kepada keluarga miskin/prasejahtera,  belum terdata di program-program bantuan sosial pemerintah dan memiliki anggota keluarga yang rentan sakit atau memiliki penyakit kronis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *