Ratusan Orang Ikut Senam Prolanis di PTPN VII

Foto ist

BANDAR LAMPUNG— Lebih dari 450 orang mengikuti senam Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) di Halaman GSG PTPN VII, Bandar Lampung, Jumat (7/12/18). Dipandu tiga instruktur, mereka memeragakan setidaknya empat jenis senam. Yakni, senam jantung sehat, senam DM, senam poco-poco, dan senam paijo, senam yang menggunakan musik campursari.

Agenda bulanan yang difasilitasi BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung itu didominasi peserta usia lanjut, terutama ibu-ibu. Mereka digerakkan oleh dan dikoordinasi group Prolanis yang ada di Klinik dan Puskesmas di seluruh Bandar Lampung dalam upaya menjaga kondisi kesehatan, terutama para penyandang penyakit kronis, darah tinggi dan diabetes militus.

Kepala Sub Bagian Kesehatan PTPN VII Abdul Latif mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan tempat dan fasilitas untuk acara senam tersebut. Sedangkan untuk pelaksana kegiatan difasilitasi oleh BPJS.

“Kami cuma ketempatan dan menfasilitasi saja. Kebetulan, setiap Jumat pagi, semua karyawan di sini juga ada senam. Jadi, tinggal digabung saja,” kata Abdul Latif yang juga sebagai Kepala Puskes PTPN VII Kantor Diireksi ini.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Primer Cabang Bandar Lampung Edi Samsuri yang hadir pada acara itu mengatakan, inisiatif dari kegiatan senam prolanis ini dari para kader kesehatan di Puskesmas. Mereka menginginkan kegiatan senam yang bisa menjalin silaturahmi lebih luas dengan sesama penggerak prolanis.

“Kalau kami dari BPJS Kesehatan Bandar Lampung hanya mengakomodasi inisiatif dari para penggerak Prolanis di Puskesmas. Kebetulan, di BPJS ada dana promosi prolanis.Lalu, kami juga menggandeng Kimia Farma dan beberapa pihak untuk ikut serta mendukung program ini,” kata dia.

Edi mengatakan, kepada peserta senam prolanis yang terdaftar dapat mengikuti beberapa tes kesehatan di tempat. Yakni, tes tensi tekanan darah, tes gula darah, tes HBA 1C (tes kandungan hemoglobin, lebih kompleks dari tes gula darah), dan tes mikro albumin, yaitu tes kadar protein dalam darah dan urine.

“Semua pemeriksaan ini gratis, dengan catatan mereka adalah pasien terdaftar,” kata dia.

Menurut Edi Samsuri, promosi Prolanis ini sangat penting dalam program kesehatan masyarakat. Ia mengatakan, dalam area kerja BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung yang mencakup Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, dan Kota Metro, tercatat ada 15 ribu pengidap penyakit kronis berupa darah tinggi dan diabetes. Dari jumlah itu, hanya 3.000 penderita yang aktif mengikuti program pengelolaan yang digerakkan Puskesmas.

Angka ini, menurut Edi, masih sangat riskan dan harus ditumbuhkan kesadaran untuk merawat diri bagi para penderita penyakit kronis. Tiga unsur yang harus dilakukan oleh para penderita penyakit kronis itu adalah melakukan gerak (olah raga) secara teratur, menjaga konsumsi makanan dan minuman dengan pola diet prolanis, dan minum obat secara teratur.

“Program ini sedang terus kita upayakan agar semua penderita penyakit kronis darah tinggi dan diabetes dapat terjangkau prolanis. Caranya antara lain dengan menggerakkan komunikasi antarkomunitas seperti komunitas senam prolanis ini. Ini cukup efektif karena mereka mendapat teman banyak, bisa bersosialisasi, dan merasa gembira,” kata Edi.

Soal Seman Prolanis di PTPN VII, Fitri, staf Puskes PTPN VII yang menjadi panitia mengatakan, peserta sangat antusias mengikuti senam. Sejak pukul 6.15, peserta yang berasal dari Puskesmas Kedaton, Puskesmas Kebonjahe, dan Puskesmas-Puskesmas di sekitar lokasi sudah hadir.

“Alhamdulillah, ini ramai banget. Yang terdaftar dan mengisi daftar hadir sudah 450 lebih. Mereka ceria dan mengikuti seluruh seri senam dengan semangat,” kata perempuan lincah ini sambil mengikuti gerak instruktur.

(HUMAS PTPN VII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *