Warga Bandar Lampung Keluhkan ‘Teror’ Operator MNC Vision

Ilustrasi MNC Vision. Foto WhatsApp.com

Bandar Lampung : Berhati-hatilah anda di dunia maju dan serba canggih saat ini, karena cukup berbekal nomor handphone (HP) anda akan dimonitor dan dihubungi terus-menerus layaknya seperti mendapat ‘teror psikis’, setidaknya hal itulah yang dirasa dan dikeluhkan seorang warga Labuhan Ratu, Bandarlampung, Andi Priyadi yang merasa kesal pada operator telepon Tv berlangganan
MNC Vision.
Kronologis kejadian dimulai sejak beberapa bulan lalu, waktu itu salah seorang kerabat Andi Priyadi memakai dan mencantumkan nyo ponsel miliknya menjadi salah satu nomor alternatif yang dapat dihubungi sebagaimana syarat yang diminta oleh pihak tv berlangganan MNC Vision.
Mulanya memang tak mengapa, tetapi selang beberapa bulan berjalan suasana berubah lantaran Andi harus disibukkan oleh dering ponsel yang bisa mencapai 6 kali sehari dengan keperluan yang sama dan pihak yang sama dengan tujuan menanyakan keberadaan kerabat yang sedang mereka cari, bahkan pihak operator mengira Andi lah yang memasang tv kabel berbayar tersebut.
“Saya risih karna setiap hari dihubungi operator telepon yang mengatasnamakan MNC Vision meski sudah dijelaskan berulang kali saya bukan AR masih saja dihubungi. Rasanya itu kayak saya yang punya utang padahal saya gak tau, saya merasa ini seperti “teror psilis” ya sangat mengganggu karena sehari bisa 6 kali ditelepon,” kata Andi, Jumat (24/08/2018).
Akibat merasa terganggu oleh nomor operator telepon MNC Vision, pihaknya mencoba memblokir setiap nomor telepon operator MNC Vision yang pernah masuk, tapi ternyata usahanya itu tetap saja tak berhasil karena rupanya pihak penelpon mempunyai puluhan nomor yang secara bergantian dipakai untuk menghubunginya.
“Padahal sudah dengan tegas dan berulangkali saya mengatakan jika saya sudah lama tak bertetemu kerabat saya itu tapi tetap aja bikin pusing tu operatornya, kalau nada bicaranya emang sopan, tapi saya risih ditelpon terus menerus. Udah dijelasin masih aja ditelpon. Kapan bayar dan lainnya,” keluhnya.
Merasa tak nyaman atas kejadian itu, Andi sebenarnya juga sudah menyatakan komplain ke nomor WhatsApp pengaduan MNC Vision di nomor 089611500900. Tapi pernyataanya itu tetap saja tak digubris alias ‘gak ngefek’, padahal penjelasn yang diadukan sudah sangat jelas mewakilkan rasa keluhan yang bersangkutan.
Dengan contoh kejadian ini, ada baiknya masyarakat luas yang belum terkena dampak diharapkan kedepan lebih jeli dalam hal meminjamkan apalagi merestui dan memberikan no ponsel pribadi kepada kerabat, teman maupun saudara, tanyakan dulu dengan jelas untuk apa kegunaanya, karna bisa saja nomor anda dipakai untuk berlangganan jasa, membeli barang kredit atau meminjam uang online yang pada akhirnya niat membantu malah menjadi berbalik menyusahkan kita.(Red)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *