Proyek Pengadaan Biaya Bahan Makanan dan Minum untuk Pasien dan Pegawai RSUD Abdul Moeloek Lampung Disoal

Jajang Nurjaman

Bandarlampung-  Pemerintah Provinsi Lampung antara
tahun 2016 dan 2017 menjalankan Proyek Pengadaan Biaya Bahan Makanan dan Minum
Untuk Pasien dan Pegawai di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Total
anggaran yang dihabiskan selama 2016 dan 2017 untuk proyek tersebut mencapai Rp
15.935.500.000.
Adapun rinciannya,  pada tahun 2016 Pemprov Lampung melalui RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung menyiapkan
anggaran sebesar Rp
7.800.000.000.
Proyek tersebut kemudian dimenangkan dan dijalankan oleh CV. Akma Nusantara dengan
nilai proyek sebesar Rp
7.785.500.000.
“Angka
tersebut kami nilai tidak masuk akal dan terlalu mahal karena sebenarnya
terdapat tawaran yang lebih murah dan terjangkau seperti yang ditawarkan PT. Cemerlang
Jaya Raya senilai Rp
7.176.000.000,” kata
Jajang Nurjaman Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis(CBA), Selasa
04 April 2017.
Berdasarkan
data tersebut ditemukan potensi kerugian negara pada proyek Pengadaan Biaya
Bahan Makanan dan Minum Untuk Pasien dan Pegawai, di tahun anggaran 2016
sebesar Rp 609.500.000. Karena
Pemprov Lampung lebih memilih perusahaan dengan tawaran tertinggi.
Selanjutnya
untuk proyek yang sama di tahun 2017. Selain mengalami kenaikan anggaran
sebesar Rp
364.500.000 RSUD Abdul
Moeloek Pemprov
Lampung
nampaknya masih
doyan memenangkan perusahaan yang tinggi tawarannya yang
diduga
mengesampingkan
perusahaan dengan tawaran ekonomis.
Karena
hobi tersebut uang negara s
ebesar Rp 195,278,150 yang seharusnya kembali ke kas daerah,
lagi-lagi terbuang percuma
,” ujarnya.
Jika ditotal lanjut
dia
, potensi kerugian negara pada proyek
Pengadaan Biaya Bahan Makanan dan Minum Untuk Pasien dan Pegawai pada RSUD Abdul
Moeloek Provinsi Lampung antara tahun 2016 dan 2017 mencapai Rp 804.778.150.
Hal tersebut
sangat disayangkan, apa yang terjadi di RSUD Abdul Moeloek
 Pemprov Lampung semakin menambah rapot merah pejabat daerah.
Boros
dalam merealisasikan anggaran yang berujung kepada kerugian Negara
,” kata
dia
.
Berdasarkan
temuan di atas CBA
mendorong pihak berwenang khususnya KPPU Komisi Pengawas Persaingan Usaha
Provinsi Lampung untuk menyelidiki jalannya proyek Pengadaan Biaya Bahan
Makanan dan Minum Untuk Pasien dan Pegawai di RSUD DR. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung.
Sementara Humas RSUD Abdul Moeloek Ahmad Safri belum berhasil dikonfirmasi(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *