Dana Desa Lampung Timur Tahun 2017 Rp217 Miliar

Ilustrasi DD. Foto Ist
Lampung
Timur – Laporan realisasi Dana Desa(DD) Tahun Anggaran(TA) 2016 di Lampung
Timur(Lamtim) telah selesai 100 persen, hanya monitoring dan evaluasi yang
masih sekitar 30 persen atau 8 Kecamatan dan hingga saat ini tim masih terus
bekerja.
Sementara TA
2017 Kabupaten Lamtim diperkirakan mendapat cukuran dana sebesar Rp217 Miliar
untuk program DD.
Kepala Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Lamtim Syahrul Syah
menuturkan, tahun 2017  jumlah DD
meningkat sekitar 40 persen dari tahun 2016.
Di mana pada
tahun 2016 lalu DD untuk pemkab Lamtim hanya sekitar Rp170 Miliar.
Dari total
alokasi DD tahun 2017 yang sekitar Rp217 Miliar tersebut, nantinya akan dialokasikan bagi
264 desa yang ada, namun jumlah alokasi setiap desa tidaklah sama, karena
pengalokasian dana tersebut dilihat dari beberapa faktor, di antaranya, luas
wilayah desa, jumlah penduduk desa dan jumlah rumah tangga miskin, karenanya
jumlah alokasi dana bagi setiap desa pasti akan berbeda- beda.
Menurut
Syahrul, selain DD yang bersumber dari APBN, kabupaten itu juga menggelontorkan
APBD untuk anggaran Gerbang Indah sebesar Rp 13 Miliar dan Alokasi Dana Desa
(ADD) sekitar Rp113 Miliar.
Ia berujar,
nantinya dana sekitar Rp113 Miliar tersebut akan diperuntukkan untuk tunjangan
operasional para aparatur maupun perangkat desa yang ada, kemudian sisanya akan
dialokasikan untuk pembangunan desa.
Namun yang
perlu ketahui ucap Syahrul, dana dari pusat maupun APBD yang akan disalurkan ke
setiap desa yang ada, tidak akan terjadi tumpang tindih.
“Sebab
setiap pengajuan atau pengusulan kegiatannya pasti berbeda-beda,” ucapnya.
Lebih lanjut
dikatakannya, terkait penggunaan DD tahun 2017 , Lampung Timur masih menunggu
Peraturan Bupati(Perbub).
Ia menuturkan,
jika Perbub-nya sudah turun, maka dana tersebut sudah bisa dilaksanakan. Untuk
saat ini, Pemda Lamtim masih fokus melakukan monitoring pembangunan desa tahun
anggaran 2016 lalu. Karena sampai saat ini masih ada 8 kecamatan lagi yang
belum dilakukan monitoring, di antaranya, Kecaman Labuhan Maringgai, Way
Jepara, Raman Utara, Batanghari Nuban, Bandar Sribawono, Mataram Baru, Gunung
Pelindung, Labuhan Ratu.
“Kami
menargetkan agar monitoring pembangunan desa tersebut selesai sampai akhir
Januari ini
,” kata dia.
(FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *