Kapolresta Metro, AKBP Ralli Muskita(tengah) Menunjukkan Barang Bukti Uang Palsu |
METRO –
Kepolisian Resort Kota(Polresta) Metro melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) menangkap pasangan
suami istri (Pasutri) karena diduga terlibat kejahatan mengedarkan uang palsu, Senin
(12/12/2016) sekitar pukul 16.00 wib.
Kepolisian Resort Kota(Polresta) Metro melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) menangkap pasangan
suami istri (Pasutri) karena diduga terlibat kejahatan mengedarkan uang palsu, Senin
(12/12/2016) sekitar pukul 16.00 wib.
Suami istri
tersebut Agus Rama Wijaya (34) dan Suharni (38) ditangkap di kediamannya di Jalan Banteng No.4 RT 04 RW 02
Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat Kota Metro.
tersebut Agus Rama Wijaya (34) dan Suharni (38) ditangkap di kediamannya di Jalan Banteng No.4 RT 04 RW 02
Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat Kota Metro.
Kapolres
Metro AKBP Ralli Muskita menjelaskan, pelaku berhasil diamankan setelah anggota Polres melakukan penyelidikan adanya
peredaran uang palsu.
Metro AKBP Ralli Muskita menjelaskan, pelaku berhasil diamankan setelah anggota Polres melakukan penyelidikan adanya
peredaran uang palsu.
“Dan
akhirnya kedua pelaku berhasil kita tangkap dengan barang bukti uang palsu
dalam pecahan Rp50
ribu senilai Rp5,7
juta, yang selebihnya telah dibelanjakan,” ucapnya, Senin(25/12/2016).
akhirnya kedua pelaku berhasil kita tangkap dengan barang bukti uang palsu
dalam pecahan Rp50
ribu senilai Rp5,7
juta, yang selebihnya telah dibelanjakan,” ucapnya, Senin(25/12/2016).
Menurut
pengakuan pelaku uang palsu senilai Rp6 juta dibelinya dari seseorang yang berada di Provinsi
Banten dengan harga Rp2,5 juta.
pengakuan pelaku uang palsu senilai Rp6 juta dibelinya dari seseorang yang berada di Provinsi
Banten dengan harga Rp2,5 juta.
Modus
operandi pelaku Agus dalam mengedarkan uang palsu tersebut dengan cara yaitu
uang palsu dititipkan dengan istrinya, lalu menyuruh istrinya untuk
membelanjakannya di warung.
operandi pelaku Agus dalam mengedarkan uang palsu tersebut dengan cara yaitu
uang palsu dititipkan dengan istrinya, lalu menyuruh istrinya untuk
membelanjakannya di warung.
“Setiap
membelanjakan uang palsu tersebut tidak lebih dari Rp50 ribu di satu tempat. Itu dilakukan agar tidak menaruh curiga jika yang dibelanjakan adalah uang
palsu,”.
membelanjakan uang palsu tersebut tidak lebih dari Rp50 ribu di satu tempat. Itu dilakukan agar tidak menaruh curiga jika yang dibelanjakan adalah uang
palsu,”.
“Kedua
pelaku akan dijerat dengan pasal 36 ayat (4) Junto pasal 36 ayat (3) Junto
Pasal 36 ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Junto Pasal 55 ayat
(1) KE-1E KUHP dimana terhadap tersangka dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal
50 milyar,” jelas
Rali. (Bams)
pelaku akan dijerat dengan pasal 36 ayat (4) Junto pasal 36 ayat (3) Junto
Pasal 36 ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Junto Pasal 55 ayat
(1) KE-1E KUHP dimana terhadap tersangka dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal
50 milyar,” jelas
Rali. (Bams)