DPRD Lampung Timur Segera Hearing Soal Dugaan Dinas PU Bagikan Proyek Via Telphone

 

Spanduk Yang Menuding Dinas PU Lampung Timur Membagikan Proyek(kiri). Kantor Dinas Pu Dijaga Aparat(kanan)

Sukadana -Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung
Timur (DPRD Lamtim) melalui Komisi
III akan menggelar Hearing(rapat dengar pendapat) meminta klarifikasi Dinas
Pekerjaan Umum(PU).

Wakil rakyat ini
cukup gerah dengan ulah dinas terkait dan Broker (makelar) proyek yang diduga
kuat memasang pengamanan kantor dinas PU dengan menempatkan anggota TNI dan
Brimob berseragam lengkap.
Tak hanya itu,
diduga kuat kepala dinas PU Lamtim, membagikan proyek melalu Telphone
Selluler(Ponsel),
dugaan itu menyeruak dengan adanya Banner yang tersebar,
menuding oknum dinas PU Lamtim membagikan proyek melalui telephone meski belum
digelar lelang.

 
Anggota DPRD Lamtim,
Purwianto mengatakan, hingga saat ini Panitia pengadaan barang/jasa masih belum
ada kepastian kapan menggelar tender, sehingga aneh kata dia, apabila adanya
gunjang ganjing pembagian paket proyek dinas PU kepada para rekanan kabupaten
itu melalui via telephone.
Karenanya lanjut
dia, mensikapi persoalan tersebut, dalam waktu dekat komisi III yang dipimpinnya
akan menggelar Hearing duduk bersama untuk melakukan klarifikasi sejauh mana
kebenaran informasi adanya bagi-bagi paket proyek melalui telpon kepada
rekanan.
“Karena
ramainya persoalan itu(dugaan pembagian proyek) maka dalam waktu dekat komisi
III akan panggil dinas PU untuk Hearing komisi,” tegas Purwianto, kemarin.
Diketahui,
gonjang-ganjing tersebut dugaan pembagian proyek di dinas PU Lamtim bukan
sekedar dari mulut ke mulut, baik kalangan rekanan ataupun para aktivis. 
Namun lantaran
adanya rasa kekecewaan di kalangan rekanan maka, beredar beberapa
spanduk(Banner) yang menginpirasikan rasa kekecewaan
para rekanan kabupaten itu kepada Dinas PU, atas kebijakan dan keberaniannya
yang diduga kuat membagi-bagikan paket proyek melalui telephone selluler.
Namun spanduk yang
mulai tampak terlihat Senin lalu, tersebut tidak lagi terlihat, lantaran pada
spanduk yang isinya rasa kecewa para rekanan tidak ada tanda dari pengirim
resmi, sehingga hanya dianggap seperti surat kaleng.
Sementara Amir
Faisol Direktur PT Sukadana Prima Lestari, membenarkan adanya pembagian paket
proyek melalui telephone.
Menurut Amir,
ironisnya justru yang diduga membagi-bagikan paket proyek melalui telephone
tersebut bukanlah dari pihak pejabat atau pegawai dinas PU, namun orang di luar
dinas.
Kuatnya dugaan
permainan para Broker proyek melalui pejabat tersebut dengan menempatkan
anggota Brimob dan TNI yang berseragam lengkap selalu
berjaga-jaga di pintu kantor dinas PU. 

Sementara para pejabat dinas belum
berhasil dikonfirmasi. (FR)

Baca juga: Beredar Spanduk Tuding Dinas PU Lampung Timur Bagikan Proyek

Tinggalkan Balasan