Terkuak, Faktor Rusaknya Kembali Jalan Negri Katon-Branti Lampung

BANDARLAMPUNG-
Dalam hitungan hari pasca diperbaiki, jalan penghubung Negri Katon (Pesawaran)-Branti(Lampung
Selatan) baru diperbaiki sudah kembali rusak.

Lucunya, tak tanggung-tanggung, setidaknya sekitar 30 titik jalan yang baru
diperbaiki kembali rusak.

Pihak Dinas Bina Marga(DBM) provinsi Lampung berkilah, kendaraan tonase besar
menjadi salah satu faktor rusaknya jalan itu.

Kasat
mata Pakar pengadaan barang/jasa pemerintah dari Jakarta, Khalid Mustafa
menilai, banyak faktor yang menyebabkan jalan milik DBM Lampung itu rusak, yang
pertama, metode yang digunakan tidak tepat(perencanaan), kemudian, kualitas
bahan(aspal) yang digunakan rendah, lalu, jangka waktu pelaksanaan
terburu-buru,  kemudian, tonase kendaraan yang melintas tidak sesuai
kekuatan jalan.

“Dan Terjadi keadaan kahar,”kata Khalid, Minggu(24/01/2016).

Kahar adalah keadaan di luar kendali semua pihak, artinya keadaan yang tidak
dikendaki, misalkan bencana alam, bencana non Alam, atau bencana sosial.

Konsultan pengadaan barang/jasa pemerintah ini menegaskan, baiknya dana
Retensi(pemeliharaan)dicairkan apabila penyedia(rekanan) tidak mampu
memperbaiki, jadi penyedia wajib diminta dulu, jangan langsung dicairkan.

Sedangkan kata dia, untuk waktu perbaikan kembali jalan itu, bisa segera
diperbaiki.

“Secepatnya(diperbaiki), begitu ditemukan kerusakan, mereka (rekanan) punya
waktu 6 bulan,”tegasnya.

Disinggung soal dugaan uang setoran yang menyebabkan kualitas pekerjaan itu tidak
bagus, Khalid enggan memberikan komentar lebih jauh.

“Kalau dugaan, saya tidak berani menduga, tetapi secara logika, pengusaha
itu naturalnya mencari keuntungan,”ungkapnya.

Khalid menambahkan, jika dalam sebuah proses ada pihak-pihak yang diduga meminta
setoran untuk meraup kepentingan pribadi.

“Maka cara paling mudah adalah mengurangi spek (kualitas atau kuantitas)
untuk menutupi permintaan itu,”tukasnya(ndi).

Tinggalkan Balasan