Tarhib Ramadhan PTPN I Reg.7 Bersama IKBI Bagikan 400 Paket Sembako

BANDAR LAMPUNG— Sebanyak 400 paket bahan makanan pokok terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, terigu, dan susu dibagikan PTPN I Regional 7 bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), Kamis (27/2/25). Mengambil momen menjelang bulan puasa, paket-paket ini diberikan kepada para tenaga kebersihan, tenaga keamanan, sopir, warga sekitar kantor, dan dikirim ke panti asuhan.
“Alhamdulillah kami diberi mandat oleh Manajemen dan para donatur untuk menyalurkan paket sembako ini kepada saudara-saudara kami yang sangat membutuhkan. Penyerahan paket ini kami lakukan bersamaan dengan Pengjian Songsong Ramadan tahun 1446 H. Semoga bantuan ini menyambungkan hati sehingga memasuki Bulan Puasa dengan lebih nyaman,” kata Nana Tuhu Bangun, Ketua Umum IKBI yang juga istri Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun.
Pengajian yang diadakan di Gedung Kolaboratif Komplek PTPN I Regional 7 Bandar Lampung itu dihadiri Region Head Tuhu Bangun, SEVP Business Support Bambang Agustian, para kepala bagian, pengurus Pusat SPPN VII, Pengurus P3RI, Dapenbun, FKPPN dan seluruh karyawan yang bertugas di Kantor Regional. Hadir sebagai penceramah agama, Ust. Abdullah Kafi Hamdan, Pengasuh Pondok Pesantren Insan Mulia Qur’an, Bandar Lampung.
Region Head Tuhu Bangun dalam sambutannya menyebut tarhib Ramadhan sebagai ungkapan suka cita umat muslim menyambut Bulan Puasa. Di hadapan seratusan hadirin, Tuhu Bangun mengajak memanfaatkan momen Ramadhan sebagai oasis untuk membeningkan hati, mengkalkulasi perjalanan hidup, dan menguatkan spiritualitas, untuk kemudian melanjutkan hidup dengan lebih baik.
“Kita bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadan tahun ini. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas iman kita, kualitas hidup kita, dan kualitas manfaat kita bagi perusahaan. Alhamdulillah juga, secara perusahaan tahun ini, atau kinerja tahun 2024 PTPN I Regional 7 mampu meraih laba yang cukup lumayan. Ke depan, di tahun 2025 kita harus lebih baik lagi,” kata dia.
Dengan kesadaran spriritualitas yang mapan, Tuhu Bangun mengatakan bahwa pencapaian kinerja pada 2024 yang cukup menggembirakan sesungguhnya bukan prestasi yang boleh dibanggakan. Pencapaian ini, kata dia, adalah pertolongan Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa melalui berbagai bentuk. Antara lain melalui tanaman yang baik sehingga memproduksi getah lebih banyak dan baik, harga karet dunia yang baik, dan kesadaran para pelaksana pekerjaan yang membaik.
“Ini semua adalah pertolongan Allah SWT. Allah SWT., ikut campur tangan melalui cuaca yang baik, tanah yang subur, tanaman yang sehat, dan aspek intangible lainnya. Sedangkan kesadaran kita, terutama di grassroot (pekerja lini lapangan) dan kita semua adalah ikhtiar dari kesadaran. Oleh karena itu, atas mana manajemen saya sampaikan terima kasih kepada para penyadap yang setiap hari mengumpulkan setetes demi setetes getah, juga kepada para pemetik teh helai perhelai. Karena Anda semua kita bisa bertahan dan lebih kuat seperti saat ini,” kata Tuhu Bangun dengan haru.
Sementara itu, pada ceramahnya, Ustaz Abdullah Kafi Hamdan menyebut Bulan Ramadhan yang menghampiri umat setiap tahun sekali selama sebulan adalah hadiah terbesar dari Allah SWT. Ustaz bergelar Magister Pendidikan ini mengatakan, umur manusia rata-rata sekitar 70 tahun. Sedangkan orang-orang baik umumnya berumur sedang, di kisaran 63 tahun.
“Ramadhan adalah hadiah karena umur manusia seseungguhnya defisit dari amal baiknya. Secara matematika, umumnya dosa manusia itu lebih banyak dibanding amalnya. Maka, Allah SWT. berikan bonus sebulan, yakni bulan Ramadan. Pada bulan ini, setiap amal baik dilipat gandakan pahalanya, bahkan seribu kali lipat. Maka, pada Bulan Ramadhan itulah umat muslim harus mengejar defisit itu,” kata dia.
Beberapa poin kearifan agama disampaikan ustaz muda ini. Antara lain, dia mengungkapkan setiap perbuatan baik hendaknya segera dilakukan tanpa penunda. Selain tidak menunda, juga disarankan untuk mempertimbangkan setidaknya tiga hal. Pertama, berbuat baik di tempat terbaik. Kedua, berbuat baik di waktu terbaik. Ketiga, berbuat baik dengan rasa ikhlas yang paripurna.
“Salat di Masjidil Haram seribu kali lebih utama dari di tempat lain. Salat subuh pahalanya jauh lebih baik dibanding waktu lain. Seperti berbagi sembako yang dilakukan IKBI ini sangat memperhatikan tempat terbaik. Yakni, diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Waktunya juga terbaik, yakni menjelang Ramadhan. Demikian juga dengan keikhlasannya, ini harus diberikan dengan rasa ikhlas yang tinggi,” kata dia.
Acara pengajian Songsong Ramadhan dan bakti Sosial IKBI yang memasang tema “Menyongsong Ramadhan Suci, Pererat Silaturahmi, dengan Berbagi Meraih Ridho Illahi” ini diakhiri dengan saling bersalam-salaman. Seluruh hadirin secara estafet menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa dan saling memaafkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *