Keluar Group WA, Rektor UIN Raden Intan Lampung Diduga Ancam Admin

foto ist

Bandarlampung- Rektor Universitas Islam
Negeri(UIN) Raden Intan Lampung Moh Mukri diduga mengancam admin WhatshApp (WA) Graha Informasi.

Ancaman  itu diduga terkait Mukri dimasukan ke dalam group WA
Graha Informasi yang berisikan ratusan nomor kontak telephone seluler yang
langsung tersambung dengan pemiliknya. Pun di group tersebut banyak di
antaranya pejabat daerah dan pusat baik legislatif, eksekutif dan yudikatif ,
serta tokoh Provinsi Lampung.
Sumber Suryaandalas.com
menyebut, pasca Mukri keluar dari group WA Graha Informasi, Mukri mengirim Short Message Service(SMS) pada nomor
admin WA Graha Informasi, Sudipto.
“Tidak sopan memasukan saya di group tanpa seizin dan konfirmasi saya
terlebih dulu. Secara etika dalam pergaulan itu tidak baik. Negara kita ini negara
hukum, tolong untuk dimengerti,” ucap sumber,
Selasa(06/06/2017).
Admin  group WA Graha Informasi saat dikonfirmasi
enggan menjawab lebih jauh soal itu.
‘Sudah biarin aja, enggak saya bales juga(SMS),”kata
Dipto.
Sementara Rektor UIN Raden Intan Lampung Moh
Mukri enggan menjawab pertanyaan meski dikonfirmasi berulang.
Diketahui, kehadiran Mukri sepertinya paling
ditunggu awak media di group tersebut pasalnya diduga kuat Mukri amat sulit
dikonfirmasi media, terlebih soal dana pembangunan Masjid di UIN Raden Intan
yang tak transparan , terbukti  pasca
Mukri dimasukan di group itu, beberapa media langsung mengirim puluhan link
berita kritikan seputar UIN Raden Intan Lampung dan kepemimpinan Rektor Moh
Mukri.
“Jadi ini Rektor UIN RIL yang namanya
pak Mukri itu ya? UIN yang diduga sarang Pungli itu,” tulis salah satu
penghuni group dan disertai rentetan berita online.
Ironisnya, Mukri langsung keluar dari group
WA Graha Informasi, padahal di group itu, Mukri belum juga menanggapi keresahan
civitas akademika soal dugaan penyimpangan pungutan pembangunan masjid
perguruan tinggi tersebut.
Alih-alih menanggapi keresahan mahasiswa dan
alumni, Mukri malah keluar dari grup WA wartawan media siber yang memuat
berita-berita dugaan penyimpangan pembangunan masjid tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *